STRATEGI BERTAHAN UMKM HALAL DI TENGAH KETERBATASAN AKSES PEMBIAYAAN SYARIAH: STUDI KASUS DI PROVINSI RIAU
DOI:
https://doi.org/10.62833/embistek.v5i3.316Keywords:
UMKM Halal, Pembiayaan Syariah, Entrepreneurial Bricolage, Bricolage Yang Dibatasi Nilai, Studi Kasus KualitatifAbstract
Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana UMKM halal di Provinsi Riau bertahan di tengah keterbatasan akses pembiayaan syariah formal, pertanyaan yang belum terjelaskan pada level proses dan makna oleh penelitian berbasis survei. Dengan studi kasus jamak kualitatif di Pekanbaru, Kampar, Dumai, dan Siak, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Sepuluh informan dipilih melalui purposive dan snowball sampling: enam pelaku UMKM halal, seorang pendamping BPJPH, dua petugas bank syariah, dan seorang tokoh komunitas. Analisis mengikuti model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa persyaratan dokumentasi dan agunan melampaui kapasitas pencatatan usaha mikro, dan pelaku usaha merespons dengan bricolage, yaitu merekombinasikan sumber daya pribadi, sosial, dan fisik tanpa kredit berbunga. Komitmen kuat untuk menghindari riba berdampingan dengan pemahaman teknis akad syariah yang dangkal. Penelitian ini menyumbangkan gagasan bricolage yang dibatasi nilai, yang memperluas entrepreneurial bricolage ke konteks nilai keagamaan. Implikasinya mencakup penyederhanaan persyaratan pembiayaan, edukasi literasi berfokus pada akad, dan pendampingan sertifikasi halal yang terintegrasi dengan pembiayaan. Sampel yang kecil membatasi generalisasi; penelitian lanjutan perlu menguji pola ini di wilayah lain.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis Syariah dan Teknologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










